Wisata Jembatan Siti Nurbaya di Kota Padang Sumatera Barat

Wisata Jembatan Siti Nurbaya di Kota Padang Sumatera Barat.

Wisata Jembatan Siti Nurbaya, Merupakan salah Objek Wisata di Padang yang terkanal dengan cerita legenda percintaan, diambil dari cerita lokal tentang perjodohan Siti Nurbaya dengan seorang pria yang bernama Syamsulbahri. Legenda Siti Nurabaya ini merupakan Cerita Rakyat dari abad ke-20. Cerita tentang Siti Nurbaya Padang, seluruh rakyat indonesia pada umumnya mengetahui tentang cerita ini. dengan Kisah Cinta yang terhalang karena perjodohan. cerita tentang sejarah Siti Nurbaya ini ditulis oleh seorang yang bernama "Marah Rusli' yang sangat terkenal ke seluruh indonesia bahkan hingga negara tetangga sekalipun. Sampai saat sekarang ini, Jembatan Siti Nurbaya merupakan satu-satunya penghubung antara Kota Padang dengan Bukit Gado-gado atau terkenal dengan Bukit Sentiong yang terbelah oleh Sungai Batang Arau. dengan panjang badan jembatan 100 meter dan dengan panjang total mulai dari kaki jembatan di jalan nipah sampai  dengan jalan Batang Arau sepanjang 600 meter. Jembatan ini juga menghubungkan Kota Tua Padang dengan Gunung Padang, tempat pemakaman Siti Nurbaya.

Jembatan Siti Nurbaya di Siang Hari

Cerita Rakyat Jembatan Siti Nurbaya

Cerita tentang Wisata Jembatan Siti Nurbaya yang terletak di Gunung Padang ini merupakan tempat pertemuan Siti Nurbaya dengan Syamsulbahri untuk pertama kalinya, dan disitu juga mereka dimakamkan. Dimana cerita ini bermula dengan usaha perdagangan Baginda Sulaiman yang maju pesat. Hal itu tidak dikehendaki oleh rentenir Datuk Maringgih, Maka untuk melampiaskan keserakahannya Datuk Maringgih menyuruh anak buahnya membakar semua kios milik Baginda Sulaiman. Dengan demikian hancurlah usaha Baginda Sulaiman. Ia jatuh miskin dan tak sanggup membayar hutang-hutangnya pada Datuk Maringgih. Dan inilah kesempatan yang dinanti-nantikannya. Datuk Maringgih mendesak Baginda Sulaiman yang sudah tak berdaya agar melunasi semua hutangnya. Hutang tersebut dapat dianggap lunas, apabila Baginda Sulaiman mau menyerahkan putrinya, Siti Nurbaya kepada Datuak Maringgih. Menghadapi kenyataan seperti itu Baginda Sulaiman yang sudah tidak sanggup lagi membayar hutang-hutangnya tidak menemukan pilihan lain selain penawaran yang diberikan oleh Datuak Maringgih, Siti Nurbaya pun menangis dan bersedih menghadapi kenyataan tersebut, bahwa dirinya yang masih remaja, muda belia serta cantik diharuskan  menikah dengan Datuak Maringgih yang tua bangka dan berkulit kasar. Lebih lagi ketika ia teringat Syamsulbahri, kekasihnya yang sedang sekolah di stovia, jakarta. sungguh berat memang, namun demi keselamatan dan kebahagian ayahandanya ia mau mengorbankan kehormatan dirinya dengan Datuak Maringgih.

Wisata Jembatan Siti Nurbaya menceritakan tentang Syamsulbahri yang berada dijakarta mengetahui peristiwa yang terjadi di desanya, terlebih karena Siti Nurbaya mengirimkan surat yang menceritakan tentang nsib yang dialami keluarganya. Pada suatu hari ketika Syamsulbahri dalam liburan kembali ke Padang, ia dapat bertemu empat mata denga Siti Nurbaya yang telah resmi menjadi istri Datuak Maringgih. Pertemuan itu diketahui Datuak Maringgih sehingga terjadi keributan. Teriakan Siti Nurbaya terdengar oleh ayahnya yang tengah terbaring karena sakit keras. Baginda Sulaiman berusaha bangkit, tetapi akhirnya jatuh tersungkur dan menghembuskan nafas terkhirnya.

Mendengar itu, ayah Syamsulbahri yaitu Sultan Mahmud yang kebetulan menjadi penghulu Kota Padang, malu atas perbuatan anaknya. Sehingga Syamsulbahri harus kembali ke jakarta dan ia berjanji untuk tidak kembali lagi kepada keluarganya di Padang. Datuak Maringgih juga tidak tinggal diam, karena Siti Nurbaya diusirnya. Siti Nurbaya yang mendengar bahwa kekasihnya diusir orang tuanya, timbul niatnya untuk pergi menyusul Syamsulbahri ke Jakarta. Tetapi niatnya itu diketahui oleh anak buah Datuak Maringgih. Karena itu, dengan siasat dan fitnahnya, Datuak Maringgih meminta bantuan kepada anak buahnya untuk dapat memaksa Siti Nurbaya kembali dengan perantaraan Polisi.

Tak lama kemudian Siti Nurbaya meninggal dunia karena memakan lemang beracun yang sengaja diberikan oleh anak buahnya Datuak Maringgih. Kematian Siti Nurbaya itu terdengar oleh Syamsulbahri sehingga ia menjadi putus asa dan mencoba melakukan bunuh diri. Akan tetapi mujurlah karena ia tak meninggal. Sejak saat itu Syamsulbahri tidak meneruskan sekolahya dan memasuki dinas militer.

Sepuluh tahun kemudian, dikisahkan dikota padang sering terjadi huru-hara dan tindak kejahatan akibat ulah Datuak Maringgih dan orang-orangnya Syamsulbahri yang telah berpangkat Letnan dikirim untuk melakukan pengamanan. Syamsulbahri yang mengubah namanya menjadi Letnan Mas segera menyerbu Kota Padang. Ketika bertemu Datuak Maringgih dalam suatu keributan tanpa berpikir panjang lagi Symasulbahri menembaknya. Datuak Maringgih jatuh tersungkur, namun sebelum tewas ia sempat membacok kepala Syamsulbahri dengan parangnya.

Syamsulbahri alias Letnan Mas segera dilarikan ke rumah sakit. Pada saat-saat terakhir menjelang ajalnya, ia meminta dipertemukan dengan ayahandanya. Tetapi ajal lebih dahulu merenggut sebelum Syamsulbahri sempat bertemu dengan orang tuanya. itulah kisah kasih tak sampai antara Siti Nurbaya dan Syamsulbahri. Terlepas dari kebenaran cerita Siti Nurbaya, memang terdapat sebuah makam Siti Nurbaya.

Makam Siti Nurbaya

Makam Siti Nurbaya di Gunung Padang, Siapa yang tak tahu kisah percintaan antara Siti Nurbaya dengan Syamsulbahri dari Ranah Minang. Namun, cinta keduanya tak bisa bersatu kerana perjodohan. akan tetapi, ini bukan cerita semata. Karena Gunung Padang atau Bukit Siti Nurbaya di Padang, Sumatera Barat terdapat makam Sity Nurbaya. dan makam ini, dipercayai sebagai tempat peristirahatan abadi Siti Nurbaya. dan di makam ini, wisatawan atau teman-teman diajak mengenang kisah tragis gadis minang yang dijodoh paksa dengan Datuak Maringgih ini. Setelah berziarah ke makam Siti Nurbaya, jangan lupa datang ke Jembatan Siti Nurbaya. Wisatawan atau teman-teman bisa nongkrong di Jembatan ini sambil menikmati suasana malam Kota Padang.

Bagi anda yang ingin datang ke Kota Padang, Sumatera Barat, dan memerlukan Jasa Rental Mobil di Padang, maka kami www.SewaRentalMobilPadang.com sebagai Pusat Rental Mobil di Kota Padang menyediakan berbagai jenis merk mobil yang dapat mengantarkan anda kemana saja hendak anda bepergian. dengan harga murah, mobil baru, mobil terawat dan sopir berpengalaman akan anda dapatkan bersama kami. dan sebagai bahan pertimbangan bagi anda nantinya, maka dibawah ini ada berbagai jenis kendaraan yang dapat anda pilih dan anda pertimbangkan nantinya sesuai keperluan anda, diantara lain :
  • Sewa Mobil Avanza
  • Sewa Mobil Kijang Innova
  • Sewa Mobil Kia Travello
  • Sewa Mobil Isuzu Elf 12 Seater
  • Sewa Mobil Isuzu Elf 14 Seater
  • Sewa Mobil Toyota Hiace
  • Sewa Mobil Commuter / Van
  • Sewa Bus Pariwisata
  • Sewa Mobil Toyota Alphard 
  • Sewa Mobil Toyota Fortuner
  • Sewa Mobil Toyota Camry
  • Sewa Mobil Toyota Altis
  • Sewa Mobil Toyota Hilux Double Cabin
  • Sewa Mobil Pajero Sport
  • Sewa Mobil Strada Triton 4x4 WD
  • Sewa Mobil Pick Up
  • Sewa Mobil Box
  • Dan lain-lain.
Bagaimana,? tertarikkah anda untuk mengunjungi Tempat-tempat Wisata di Kota Padang bersama Jasa Rental Mobil di Padang www.SewaRentalMobilPadang.com. Jadi apabila anda nantinya mau menggunakan Jasa kita, maka silahkan hubungi kami melalui media-media yang telah dilampirkan dihalaman situs ini.
Blog, Updated at: 4/01/2015 10:09:00 PM
Written by: Rental Mobil Padang Sewa Mobil Padang
Sewa Rental Mobil Padang Updated at: 4/01/2015 10:09:00 PM